CIANJUR AKAN LAKSANAKAN PTM DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU

  

CIANJUR, [iNews24jam.id] -  Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jawa Barat rencananya akan dilaksakan pada bulan Juli 2021. Hal tersebut dikarenakan hampir seluruh kota kabupaten di Jabar tidak terdapat zona merah. Sehingga, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengeluarkan izin untuk dilakukan PTM.

Meski demikian, masih ada kekhawatiran di tingkat RT akan adanya kasus baru, meskipun tidak ditemukan. Bahkan, pemerintah pusat pun sudah memberikan izin untuk PTM.

“Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di tahun ajaran baru. Karena, situasi Jawa Barat sudah tidak ada lagi zona merah di setiap kecamatan yang ada di kota kabupaten Provinsi Jawa Barat,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Lanjutnya, meski berencana akan dilakukan pada bulan Juli 2021, saat ini belum ada melaksanakan uji coba, tapi pelaksanaan tersebut akan dilakukan pada bulan Juli 2021.

Selain itu, ada persyaratan yang harus dilakukan pihak sekolah maupun pemerintah daerah untuk melakukan PTM. Setiap guru diharuskan sudah melaksanakan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan.

“Teknis akan diserahkannkepada setiap keplaa daerah dan Kantor Cabang Dinas (KCD), insya allah Jabat Optimis PTM dilaksanakan tahun 2021,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan PTM tersebut sebagai upaya pencegahan anak dalam kecanduan gawai atau ponsel. Pasalnya, saat ini sudah delapan anak masuk ke rumah sakit jiwa (RSJ) akibat candu terhadap game online.

dr. Yusman Faisal selaku Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, menuturkan, bahwa target tersebut merupakan percepatan yang sangat luar biasa dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, harus dilakukan vaksinasi minimal 70 persen penduduk sebelum membuka PTM. Selain itu, PTM bisa dilakukan secepatnya, asal protokol kesehatan diterapkan dengan ketat.

“Dengan pengawasan terutama dari masyarakat kemudian juga dari aparat pejabat-pejabat yang ada di lingkungan Pemda,” paparnya.

Lanjutnya, ia  menegaskan, bahwa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada Juli 2021 mendatang dirasa belum ideal.

“Sebetulnya belum ideal, terlalu cepat tapi bisa dengan adanya persyaratan khusus seperti misalkan sekolah-sekolah yang sudah bisa memenuhi standar-standar protokol kesehatan tapi kalau untuk dibuka secara serentak sehingga sekolah di Kabupaten Cianjur itu harus menunggu 70 persen penduduk di vaksinasi,” pungkasnya. [RMG]

Post a Comment

Previous Post Next Post