JMI SUMUT Minta Walikota Medan Evaluasi Kinerja Kapala Puskesmas

 

MEDAN [inews24jam.id- Perkumpulan Jurnalis dan Para Profesi yang tergabung dalam Jurnalis Media Independen Sumatera Utara (JMI SUMUT) mendesak Walikota Medan Boby Nasution untuk mengevaluasi kinerja sejumlah Kepala Puskesmas di Kota Medan yang diduga menggunakan ten

aga non medis seperti Satpam dan Cleaning Servise bekerja rangkap layaknya seperti tenaga medis di Puskesmas Rantang dan Puskesmas Sukaramai Medan.

Menurut Ketua Jurnalis Media Independen Sumatera Utara Fachrizal, SE.,MM, pekerjaan medis dan Nakes seperti menyutik dan dan pengukuran tensi pasien adalah pekerjaan spesialis yang hanya boleh dilakukan oleh tenaga Nakes yang terlatih dan kompeten. Tidak boleh sembarang orang melakukan hal tersebut karena menyangkut kesehatan dan nyawa seseorang. Kita tidak boleh hanya berdiam diri bilamana hal tersebut benar-benar terjadi dalam dunia kesehatan untuk melayani kesehatan masyarakat.

Hal tersebut dinyatakan Fachrizal terkait berita viral dugaan penggunaan tenaga Satpam dan cleaning servise sebagai layaknya tenaga Nakes di Puskemas Rantang dan Puskesmas Sukaramai Medan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Akhirnya kelihatan dampak yang kurang baik karena terjadi keributan  pembagian dana vaksin yang diduga ada yang merasa tidak adil atas pembagian tersebut.    

Apakah kejadian ini hanya ingin menujukkan bahwa, Kota Medan masih banyak kekurangan Tenaga Nakes/Medis ?. Padahal menurut informasi jumlah tenaga Medis di Puskesmas Sukaramai masih cukup tersedia, seperti 27 Nakes, 6 orang dokter, ditambah tenaga kontrak, dan yang praktek dari pendidikan. Tentu tenaga yang tersedia tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Bukan menggunakan tenaga Satpam atau Cleaning Servise yang tidak kompeten. Jadi jelas apapun alasannya dalam melayani kesehatan masyarakat apalagi di Puskesmas haruslah bekerja professional. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut maka dikhawatirkan dapat menimbulkan kasus mall praktek terhadap pasien yang akan berobat ke Puskesmas. Hal-hal yang seperti inilah yang tanpa disadari dapat merusak kualitas pelayanan yang terbangun selama ini.

Untuk itu, Fachrizal mendesak Walikota Medan Bobby Nasution untuk memanggil Kepala Puskesmas yang bersangkutan agar bisa menjelaskan apa alasan Kepala Puskesmas memperbantukan tenaga non medis layaknya sebagai tenaga medis di Puskesmas tersebut.

Sudah pasti kejadian tersebut dapat mengganggu kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, dan bahkan bisa sekaligus mengganggu kredibilitas organisasi yang terkait. Ketua JMI Sumut juga mengingatkan, Puskesmas tidak salah menggunakan tenaga bantuan dari tenaga non medis namun hanya sebatas untuk mengerjakan hal-hal yang non medis saja dan bukan bersifat medis kedokteran.[Rel JMI SUMUT].

Post a Comment

Previous Post Next Post