Pabrik Gula Sei.Semayang Memberikan Dampak Polusi Udara : Masyarakat Mulai Mengeluh

 "Perlu diingat bahwa debu bentuk partikel yang berterbangan juga termasuk limbah polusi udara yang memiliki kemampuan untuk menurunkan fungsi kesehatan paru gangguan pernafasan untuk warga sekitar dan bagi pekerja PGSS apalagi sepintas kita melihat masih ada pekerja tidak gunakan masker" ucap aktifis lingkungan hidup tersebut
.
Pabrik Gula Sei. Semayang, Deli Serdang

Deli Serdang [iNews24jam.id], Banyak warga yang mengeluh terhadap Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) yang tidak komitmen didalam manajemen pengelolaan limbahnya. Sebahagian warga yang berdomisili di desa Tanjung Kusta dan desa Muliorejo kecamatan Sunggal, Deli Serdang telah melaporkan hal tersebut kepada L2HPI-Indonesia. atas polusi udara yang dihasilkan oleh pabrik tersebut.

Dikutip dari holding-perkebunan.com, pihak manajemen sebelumnya  telah melakukan perbaikan mesin, terutama pada mesin boiler dan turbin. Mesin tersebut telah dihidupkan kembali sejak Kamis (11/2/2021). Dipastikan asap buangan yang keluar dari cerobong ramah polusi.

Menurut Kepala Dusun (9/2/2022) saat dikonfirmasi (nama dan dusunnya minta tidak disebutkan) membenarkan bahwa  warganya mengeluh karena setiap PGSS mulai berproduksi setiap tahun dipastikan warga sekitar lebih kurang radius 2 kilometer dari Pabrik Gula Sei Semayang  mengalami setiap hari selama tiga bulan mendapatkan kiriman debu dari sisa pembakaran yang menempel di kendaraan dan juga menempel di atap, dinding dan lantai rumah warga. pungkasnya.

Nirwan Ketua Pengawas Lembaga Lingkungan Hidup Dan Pejuang Iklim Indonesia (L2HPI Indonesia) saat di konfirmasi Tim Investigasi Forum Redaksi (9/2/2022), mengatakan bahwa PGSS salah satu pabrik dari BUMN yang menyatu menjadi holding perusahaan perkebunan nusantara telah bertahun-tahun menjadi salah satu masalah warga disekitar pabrik, dimana pihak manajemennya perlu dipertanyakan bagiamana komitmen perusahaan  pada saat tahap commissioning tahun 2020 hingga mulai produksi (11/2/2021) didalam memperbaiki sistem pembuangan limbahnya sehingga pencemaran lingkungan dapat diatasi oleh perusahaan. 

"Perlu diingat bahwa debu bentuk partikel yang berterbangan juga termasuk limbah polusi udara yang memiliki kemampuan untuk menurunkan fungsi kesehatan paru gangguan pernafasan untuk warga sekitar dan bagi pekerja PGSS apalagi sepintas kita melihat masih ada pekerja tidak gunakan masker" ucap Nirwan.

Penelusuran Tim Redaksi saat konfirmasi pada salah satu karyawan (identitas tidak mau disebutkan) diduga PGSS bermasalah didalam pengelolan keuangan mulai dari tahap commissioning hingga produksi sampai sekarang mengalami beban biaya produksi lebih besar tidak sebanding dengan volume dari target yang dihasilkan, sehingga pihak manajemen PGSS tidak dapat memenuhi tanggung jawab social dalam bentuk kompensasi terhadap warga sekitar pabrik, mungkin saja ini menjadi urusan para direksi perusahaan. tutupnya. [Red]


Post a Comment

Previous Post Next Post