KOMPI INDONESIA MEMBERIKAN EDUKASI TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH KEPADA PELAJAR SMP IMELDA MEDAN

MEDAN [inews24jam.id] - "Dalam hal ini kreatifitas untuk pengolahan sampah sangat diperlukan, salah satunya melalui program Bank Sampah. Hal ini sangat diperlukan agar sekolah bisa menjadi bersih". ungkap Kepala Sekolah SMP Imelda Medan Ibu Syawalina Fitri dalam acara Pramuka Peduli Lingkungan sabtu (12/03). Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Pejuang Iklim (KOMPI) Indonesia yang bekerja sama dengan sekolah SMP Swasta Imelda Medan dengan tema "Pramuka Peduli Lingkungan Melalui Program Pengolahan Sampah".

Dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum Dewan Pengurus Nasional KOMPI Indonesia sekaligus Pelatih Pramuka Kota Medan Malikul Zuhri, melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar sampah kepada anak pramuka di sekolah SMP Imelda Medan tersebut. "Siapa yang bisa menunjukkan kepada saya yang mana namanya sampah ?", tanyanya. "Saya kak, yang namanya sampah itu adalah segala jenis plastik yang bekas pakai, segala jenis botol minuman plastik yang bekas pakai, daun-daun, sisa makanan dan sisa buah-buahan". Kemudian salah seorang siswa yang menjawab pertanyaan tersebut diberi edukasi dan wawasan yang benar tentang sampah.  Lalu Sekjend KOMPI Indonesia mengatakan, "Segala jenis plastik yang bekas pakai lalu dibuang ke tempat sampah, itu masih bisa diolah menjadi bahan baku, begitu juga segala jenis botol-botol plastik termasuk aqua cup, nah kalau daun dan sisa buah-buahan sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik, jadi yang namanya sampah adalah benda yang tidak bisa diolah dan tidak bisa di pakai lagi atau yang disebut sampah Residu, nah sampah ini dibakar melalui ensilator". Ujarnya. Dengan pemahaman yang diberikan oleh Sekjend KOMPI Indonesia kepada anak Pramuka SMP Imelda Medan, barulah mereka memahami tentang sampah yang benar.

Acara ini diprakarsai oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Pejuang Iklim (L2HPI) dan KOMPI Indonesia dengan Sekolah SMP Swasta Imelda Medan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam pengolahan sampah dan meningkatkan kepedulian tentang Lingkungan Hidup yang sesuai dalam pengamalan dasa darma ke 2 yaitu "Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia".

Kepala Sekolah SMP Swasta Imelda Medan Ibu Syawalina Fitri sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih lagi yang diberikan edukasi adalah anak sekolah SMP sekaligus anak Pramuka yang merupakan generasi penerus. Dengan demikian, pemberian edukasi dan pemahaman yang benar tentang bagaimana mengelola sampah harus dilakukan sejak dini.

Pembina Yayasan L2HPI Bapak Fahrizal, SE, MM mengatakan "Saya sangat mengapresiasi kerja KOMPI Indonesia yang begitu semangat dalam mengembangkan program Pro Iklim melalu pendidikan sekolah, harapan saya semoga generasi penerus kedepannya akan mengerti dan memahami cara mengolah sampah tersebut".

Menyikapi persoalan sampah, Sekolah SMP Imelda Medan telah menanamkan tentang Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Lingkungan Hidup di dalam kurikulum pendidikan sekolah dan di aplikasikan melalui kegiatan Gerakan Pramuka di sekolah SMP Imelda Medan. [FR-MGO007-K].

Post a Comment

Previous Post Next Post