MASYARAKAT SULAWESI SELATAN MENDAPAT EDUKASI TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH DARI KOMUNITAS PIM

 

SULSEL. (Inews24jam). Masih banyak masyarakat disekitar kita yang membuang sampah sembarangan dan membakar sampah plastik bersamaan dengan jenis sampah lainnya. Namun sebenarnya ini tidak aman bagi kesehatan dan lingkungan disekitar kita, disebabkan hasil pembakaran tersebut mengeluarkan asap putih beracun, dan sampah organik kalau dibiarkan menumpuk lama akan menimbulkan karbon dioksida dan gas metanol yang meningkatnya pemanasan global. Itu semua disebabkan masih banyak masyarakat yang bingung bagaimana mana cara pengolahan sampah dirumah agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. 

Untuk meminimalisir permasalahan sampah maka harus ada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Tujuan pengelolaan sampah yang benar adalah untuk membuat sampah yang mempunyai nilai ekonomi atau mengubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sulsel Bid. lingkungan Hidup. Baru-baru ini PIM Bid. Lingkungan Hidup melakukan kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga selama 2 hari yaitu hari sabtu dan minggu (26-03-2022/27-03-2022). Kegiatan tersebut langsung di bimbing oleh Ketua Bid. Lingkungan Hidup Ibu Amyra Rachma bersama rekan-rekannya. 

Kegiatan ini dilakukan dilokasi Graha Mustika Permai Kel. Tamarunang Somba Opu Goa dan Lorong Inspirasi Perumahan Pondok Asri Kel. Bakung Biring Kanaya Sulawesi Selatan. Kegiatan didua lokasi tersebut dilaksanakan dengan hari yang berbeda. Masyarakat tersebut diberi edukasi tentang perkenalan sampah, mana sampah yang organik, mana sampah yang non organik, mana sampah padat dan mana sampah cair. Ibu Amyra Rachmah memberikan penjelasan secara detail tentang pemilahan sampah tersebut, sampai masyarakat binaan PIM mengerti dan memahaminya sampai ke hati. 

selanjutnya beliau menjelaskan kemasyarakat kalau sampah dapur dan sisa makanan akan dimasukkan ke wadah pembusukan atau permentasi yang disebut komposter, gunanya untuk mengambil pupuk cair dan sampah buah-buahan diolah untuk pembuatan eco enzyme, semua ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dan memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir. (Red)  

Post a Comment

Previous Post Next Post