Polres Tangerang Selatan Berhasil Menggagalkan Peredaran Sabu 6,3kg Senilai Rp. 9 miliar

 


Tangsel [inews24jam.id], Polres Tangsel menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu 6,3 kg senilai Rp 9 miliar. Peredaran ini digagalkan setelah polisi menangkap dua tersangka yang berperan sebagai pengedar serta kurir.


Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu mengatakan, dua tersangka berinisial MF dan MOF.


"Diawali info masyarakat, kemudian pengembangan penyidik yang Satnarkoba Polres Tangsel. Barang tersebut yang ditemukan di Tangsel sumbernya berasal dari Riau," kata Sarly kepada wartawan di Mapolres Tangsel, Senin (30/5/2022).


Penangkapan ini dilakukan setelah para penyidik Polres Tangsel melakukan undercover buy. Pelaku pertama ditangkap berinisial MF, diamankan dengan barang bukti 2,4 kg di tas ransel.


"Sehingga dilakukan pemancingan pengembangan bahwa kalau mau barang silakan langsung datang ke Riau sehingga penyidik melakukan pengembangan ke sana. Kemudian sisanya digeledah kontrakan yang berada di Riau," tambahnya.


Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Amantha Wijaya mengungkapkan, MF berperan sebagai pengedar dan MOF merupakan kurir.


Menurutnya, para tersangka ini sudah pernah mengedarkan narkoba jenis sabu ke Tangsel dan DKI Jakarta.


"Dari hasil penyelidikan kita kurang lebih sudah setahun mereka memasarkan barang di wilayah hukum Tangsel maupun DKI Jakarta. Makanya kami kejar ke sana supaya kita mencegah peredaran barang itu berada di Tangsel lagi," ungkapnya.


Amantha menjelaskan, pekerjaan sehari-hari tersangka MF sebagai buruh harian lepas, sementara MOF bekerja di bengkel.


Kedua tersangka mengedarkan barang haram ini melalui jasa pengiriman.


"Dikirim lewat kurir ke Jakarta menggunakan kemasan teh China," ucapnya.


Ia mengaku bahwa kedua tersangka ini memang merupakan jaringan besar.


"Makanya kita bilang ini jaringan yang besar karena dari hasil penyelidikan kami ya mengarah ke sana. (Nilai barang bukti) sekitar Rp 9 miliar. Kita bisa menyelamatkan sekitar 30 jutaan jiwa jika barang itu beredar di masyarakat," bebernya.


Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Ancaman pidana seumur hidup paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun penjara.(AF)

Post a Comment

Previous Post Next Post